LAUNCHING KOMUNITAS MUSLIMAH GURU INSPIRATIF


LAUNCHING KOMUNITAS MUSLIMAH GURU INSPIRATIF
“Menginspirasi dan Membawa Perubahan Untuk Peradaban Cemerlang”
Juita Rasmana. Balikpapan 24 April 2018, 20:31

Bismillahirrahmanirrahim.

“Saya ingin, semua guru mengalami pengalaman hebat yang saya alami hari ini”. Begitu bunyi jawaban Questioner yang sudah saya tulis. Bagaimana tidak, hari sabtu tanggal 22 April 2018 tepatnya di kota Balikpapan, dalam ruang ukuran sepuluh kali lima meter di Hotel Whiz, dengan lampu penerangan yang cukup, backsound  yang lembut dan islami, serta tampilan materi yang cukup menghenyakan, para trainer yang hebat, dan tentu saja para sahabat Komunitas Muslimah Guru Inspiratif yang cerdas-cerdas  dan seantiasa antusias dalam melewati setiap rangkaian acara. Menjadikan kami yang sebelumnya hanya berkutat pada jurnal-jurnal kerja, RPP, silabus, serta kesibukan yang menggudang di luar jam mengajar, bisa mebuat kami begitu lega dengan begitu banyaknya pemecahan masalah yang kami hadapi pada tiap-tiap masalah di dalam kelas maupun lingkungan sekolah.

Tentu saja pemecahan masalah yang di tawarkan oleh KMGI tidak seperti biasanya yang sering dilakukan dalam kegaiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), yang mebahas masalak tekhnis pembelajaran. Dalam hal ini kami belajar, apa sih yang penyebab anak suka malas belajar???, apa sih yang mebuat anak  suka mencontek???, sensitif ketika di tegur guru, lebih suka melihat hasil dari pada proses??? kemudian bagaimana cara menhadapi setiap anak dengan level kemampuan yang berbeda setiap mata pelajaran???
Kalau dalam pandangan saya, KMGI ini bukan suatu wadah untuk kelompok tandingan MGMP, seperti yang sudah jelaskan tadi. jika MGMPlebih membantu kemasalah teknis pembelajaran sedang KMGI lebih membantu pada permasalahan psikologis dengan solusi yang ideologis.

ideologis??? maksudnya ??? pasti pembaca bingung ya ....
nah untuk menhantarkan jawabanya...saya akan menggambarkan bagaimana kejadian luar biasa yang saya alami kemarin...hehe. agak lebay ya, tapi tak apalah...(kata Pidi Baiq “kalau kamu tak setuju aku tidak peduli, yang penting aku suka”).

Rangkaian acara pertama seperti biasa adalah pembukaan, shalawat  dan salam kepada Rasulullah saw dan Allah Azza wa Jalla, kemudian perkenalan diri oleh moderator. Kemudian langsung masuk pada materi pertama, yaitu materi “Guru dan Tantangan Pendidikan  Masa Kini”. Materi disampaikan oleh Ibu Silmy Syufiana, S. Kom. Adapun point-point paparan materi yang beliau sampaikan adalah:
1. Guru Ujung Tombak Pendidikan
2. Guru Profesi Mulia
3. Guru Peran Strategis
4. Tantangan Pendidikan Masa Kini

saya lebih suka menulis point-pont materi, dengan begitu materi lebih tersampiakan dengan singkat dan padat. Tapi saya suka menuliskan kutipan-kutipan para sahabat-sahabat KMGI, dengan begitu lebih tergambarkan bagaimana dasar pemikiran dan cara sahabat KMGI menyelesaikan masalah. Saat itu moderator memotong materi pada bagian Guru Ujung Tombak Pendidikan dan melemparkan opini ke sahabat KMGI, salah satu dari kami menjawab dan mengomentari materi tersebut, yaitu Bu Sutri. Beliau adalah Salah satu guru Matematika, di SMAN 9 Balikapapan. Ibu Yulfitri.

Berikut komentar beliau, “Dan harusnya itu menjadi pembelajaran bahwasannya pada pelzjaran yang lebih sulit harus lebih diperhatikan. Dan kebetulan ini adalah praktis ketika ada siswa yang main-main atau tidak konsisten. Ketika pembelajaran yang disampaikan adalah nilai yang paling jomblang  yaitu Matematika. Misalnya ada 10 siswa, yang nilai 9 satu orang,  ada yang nilai 8 ada 2 orang. Tapi nilai 2, 3 sampai 4 hampir sisanya. dan saya tidak akan menyalahkan sekolah. Dan saya pikir semua akan mencapai nilai 9,  bahkan 10 bisa. Tapi itu ketika ada usaha dari orang tua, guru, dan murid. yang menjadi dampak adalah masa depan anak. Tapi perlu dipertanyakan juga latar belakang siswa. Dan biasanya orang tua itu mengatakan “yaa....udah kamu sekolah aja, yang penting selesai nanti kamu bisa kerja” dan itu yang tertanam dalam masyarakat. jadi untuk yang berprestasi, bisa masuk universitasi yang diminati. Dan itu terbukti pada siswa di sekolah saya di SMAN 9, ada 300 siswa, yang di terima hanya ada 28 siswa mampu. Yang diharapkan kan bukan itu berlomba-lomba masuk perguuan tinggi. Nah ini yang menjadi masalah.
Adapun yang menjadi masalah ketika menelaah soal, kok anak seperti sibuk, padahal main game bisa  di sibukkan adalah main gadget dan lain sebagainya.
itu saja dari saya”. Begitu Testimoni dari Bu’ Yulfitri.

Namun tak sampai di situ, salah satu ibu d samping saya pun tak tahan untuk memberikan testimoninya. beliau adalah Bu’ Diana. berikut kutiapan beliau
”Alhamdulillah mudah-mudahan dengan adanya kata muslimah ini bisa memfasilitasi kita semua tentu saja kita kembalikan pada diri kita pribadi, khususnya untuk saya sendiri. Memang tidak ada yang sempurna tapi jangan merasa sok “menjadi guru yang terlebih dahulu ingin dihormati”, bagaimana kita dihormati jika kita tidak menghormati orang lain. Sebaiknya merasa dihormati dulu anak-anaknya baru kita yang merasa dihormati. Insya- Allah, peradaban apapun itu akan berjalan dengan baik ketika ada win-win solution antara guru, anak, dan seluruhnya. Dan satu yang paling saya amati adalah guru memang tombak. Mohon mahan Mbak Silfi(moderator), saya ingin menambahkan sedikit saja tapi jangan lupa bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama, itu yang kadang terlupa ketika anak dari rumah itu dia sudah  mebawa jati dirinya, tetapi ketika quality time  sekolah tidak semanfaat atau tidak sehebat di rumah itu juga tidak akan menjadi baik. Jadi harus ada sinkronisasi kiri, kanan, depan, belakang itu harus wajib, ketika orang tua sudah tidak bisa menfasilitasi anaknya dengan fasilitasi uang, gadget kebutuhan lainya tanpa komunikasi positif, terutama kasih sayang, perhatian, quality  time  di sekolah dan rumah tidak akan menjadi satu tujuan yang mulia.
kata Bu’  Diana salah satu kepala sekolah PAUD di Balikapan. Kemudian beliau menambahkan
“Apa yang sedang terjadi sekarang, apa lagi yang katanya Matematika sudah menjadi suatu  momok  untuk anak-anak. Terlepas dari hal itu tadi saya akan mengulang di awal bahwa kerja sama tiga lingkungan ini harus jalan dulu. kita tidak bisa mengatakan, maaf saya tadi  sedikit tidak setuju dengan kalimat, anak IPS sperti ini, anak IPA seperti ini jangan mendikotomikan anak-anak sepert itu . Anak-anak punya khas masing-masing yang tidak bisa di judge. karena anak-anak itu punya jiwa masing-masing, anak-anak itu punya ciri, oh ini  anak ini  solitare  oh anak ini tidak  solitare  itu bisa berbeda. Kita tidak bisa mencut anak IPS  seperti ini IPA seperti ini kalau saya kurang setuju, dari sikologis saya tidak setuju seperti itu. Karena setiap anak itu unik berbeda jadi yang harus kita dalami sebagai guru adalah yang paling mendasar adanya komunikasi dulu dengan orang tuanya jangan menekan kesiswa kenapa matematikanya lemah, kenapa begini, kembali..apakah kita sudah dirindu oleh anak-anak? sebelum kita mengajar  itu dulu yang harus dipertanyakan. Ketika anak tahu  Guru Matematika masuk, anak-anak langsung tepuk tangan. Oh, itu Bahaya itu sudah krusial banget. Jadi guru harusnya merendahkan diri, bahwa kita yang memerlukan anak-anak tadi bukan anak-anak yang memerlukan kita. Ini bukan bicara nilai dulu kita tidak bicara tentang esensinya  kerana nilai biar anak pintar sekalipun  ketika ujian mungkin dia sakit, itu bisa down  jadi kita tidak bisa memenyimpulkan bahwa anak ini sperti ini . Ini terjadi dengan putra saya  ini kenyataan  bukan sombong bukan apa. Saya tidak perlu sebut SMPnya, putra saya lulus SD dengan nilai 10 matematika hampir semua nilai dia sempurna. ketika di SMP kelas 2, nilainya pun turun. Tidak sampai 9,  8pun tidak , saya bingung ada apa ini  perlahan saya bertanya, karena saya anak saya anggap teman,  saya dua-duanya putra  dan saya ajak bicara. Mungkin Bu’ Silvi   tau bagaimana cara saya bergaul dengan anak-anak SMA 5. mereka saya anggap teman bukan anak.    Dengan putra-putra saya  bagaimana dengan anak saya bergabung. Satu sisi saya sebagai teman  dan ada pula waktu menjadi sahabat anak dan menjadi orang tua. Meraka bukan hanya menjadi  guru ketika di luar. kita memposisika diri kita menjadi guru, itu egoisme yang sangat tinggi. bahwa saya yang paling hebat, saya yang memberi nilai, saya yang harus dihormati seperti kamu menghormati orang tuamu. Itu hal yang paling mendasar  yang sekarang banyak dilanggar  guru-guru yang sudah merasa hebat. Mohon maaf sebelumnya, jadi  ternyata  ia tidak suka  gaya guru ngajar. Gaya guru ngajar  itu  harus diperhatikan.  Kenapa  tidak semua anak  bisa dengan model ceramah, tidak semua dengan metode mengerjakan tugas  makanya dengan K13 itu guru banyak tidak suka, mohon maaf saya dengar-dengar itu seperti ini. Kenapa guru harus lebih kreatif  walaupun tidak aktif  dalam artian anak yang  aktif. tutupnya.

sampai sini dalam pandangan saya argumen membahas seputar masalah anak sulit untuk menerima pembelajaran, dan lingkungan yang kurang mendukung sati sama lain. Menarik memang, tapi soal klasik dari dulu, yang tak pernah terpecahkan secara tuntas. Namun karena saya begitu haus mendengar, bagaimana solusi-solusi yang ditawarkan oleh sahabat, saya tetap konsisten menyimak apapun itu yang ada di forum.

Setelah point-point materi telah tersampaikan , kini acaara nmelangkah ke acara selanjutnya yaitu ke pemateri berikutnya yaitu, Bu’ Nur Linda A, Md.  Guru Inspiratif:
Bersyaksiyyah Islam, Peduli, Pembelajar, dan Profesional
.  
       Definisi Guru Al Ghazali berkata..
Seseorang yang berlimu dan kemudian mengajarkan ilmunya, maka dialah yang dinamakan besar di bawah kolong langit ini. Ia ibarat matahari yang menyinari orang lain dan mencahayai diri sendiri. Ibarat minyak kesturi yang baunya dinikmati oran lain dan ia pun harum. Siapa saja yang bekerja di bidang pendidikan, maka sesungguhnya ia telah memilih pekerjaan terhormat dan sangat penting, maka hendaknya ia memelihara adab dan sopan santun dalam tugasnya.

·         Mulianya Kedudukan Guru
“Jika anak adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu bermanfaat, dan anak sholih yang berdoa untuknya.”
(HR. Muslim)

           خَيْرُ كُمْ مَنْ تَعَلّمَ الْقُراَنَ وَعَلّمَهُ (رواه البخارومسلم) 
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari AlQur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dari Zaid bin Aslam dari ayahnya dari sebagian sahabat-sahabat Rasululloh, beliau SAW bersabda:  
Hamba yang paling dicintai Allah SWT setelah para Nabi dan syuhada
ialah para guru….’’


       Profil Guru dalam Islam
Berkepribadian Islam (ikhlas, amanah, teladan, positif habits)
Kapabel
Yang menjadi GURU di zaman khulafaurrasyidin antara lain adalah Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, Ibn Abbas, Siti Aisyah, Anas bin Malik, Zaid bin Tsabit, Abu Dzar Al-Ghifari.
Dari mereka itulah kemudian lahir para siswa yang kemudian menjadi ulama dan pendidik.

ü     Menjadi model/teladan
ü     Menggali dan mengoptimalkan potensi luar biasa anak
ü     Memotivasi siswa untuk memiliki semangat belajar yang tinggi
ü     Mengajarkan materi pelajaran secara sistematis untuk membangun pola fikir    dan meningkatkan taraf berfikir siswa
ü     Memotivasi siswa untuk meraih prestasi terbaik
ü     Memotivasi siswa untuk berlomba-lomba dalam mengerjakan amal shaleh       (fastabiqul khoiroot) sikap perilaku
                   Mengevaluasi pengaruh pelajaran terhadap sikap dan perilaku siswa di                      sekolah maupun di rumah.

·         Kompetensi Pendidik Berkualitas
·                     Menguasai arah pendidikan Islam
·                     Memiliki kapasitas  sebagai pendidik, pengarah, pembina dan   teladan bagi anak
·                     Menguasai metodologi pendidikan “Talqiyyan Fikriyyan”
·                     Menguasai ilmu (kurikulum) yang hendak diajarkan kepada anak didik
·                     Memiliki kemampuan berbahasa yang berpengaruh
·                     Kreatif dalam uslub pembelajaran, agar tercipta suasana         pembelajaran yang menyenangkan dan mendorong anak didik untuk        berprestasi.
·         Menurut Islam
Manajemen sekolah harus mampu menciptakan :
q  Suasana yang membuat anak-anak semangat dan senang belajar
q  Suasana berlomba-lomba jadi cerdas dan shaleh
q  Suasana yang mengaruskan setiap guru berperan menjadi teladan terbaik bagi siswaàguru terdepan dalam amal shaleh
q GURU MEMILIKI PERAN BESAR MELAKUKAN PERUBAHAN PADA     GENERASI Dan KEADAAN SAAT INI.

Nah, begitu isi materi yang saya copy dari operator ^_^. Tentu  saja penyampaian meteri tersebut lebih menarik lagi didengarkan ketika pematerinya lamgsung yang menerangkan. inilah yang saya katakan ideologis. karena solusi yang diberikan itu adalah dalam pandangan Islam. Semua sahabat-sahabat KMGI terhanyut dengan setiap ucapan pemateri (Bu’ Nurlinda A. Md). Beliau membahasan dengan bahasa yang segar dan mudah dipahami. mungkin tujuan beliau agar forum terbawa lebih santai dan tidak terlalu berat. Namun sebenarnya berisi. terbukti ketika Bu’ Diana yang begitu kritis ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan argumennya.
“Ya, saya setuju, bagus”. ungkapnya, pendek.
 Namun itu membuktikan ia langsung dapat menerima dan terbuka ketika solusi itu sesuai dengan fitrahnya sebagai  guru muslim.
Ada pula testimoni terakhir dari salah satu sahabat KMGI, beliau adalah salah satu guru agama islam. Namun saya lupa mencatat namanya, maafkan saya ibu. InsyaAllah, semoga pertemuan selanjutnya kita akan lebih akrab. Aamiin. Berikut kutipan beliau,
“Saya terhenyak oleh penyampaian Bu Linda sampaikan. Karena, setiap masalah hari ini yang ibu sampaikan, begitu dekat dengan saya. Saya sebagai guru Agama, sangat dilema. Dimana satu sisi saya harus mendidik anak-anak untuk wajib shalat, sedangkan teman-teman guru saya sendiri tidak melaksanakan. Dengan adanya forum ini, insyaAllah akan memberi solusi-solusi yang tepat khususnya kita sebagai guru muslimah.
Sebenarnya pernyataan tersebut itu ingin direspon oleh pemateri, namun moderator langsung memutuskan untuk menutup forum. akhirnya, gamanglah ...peserta hari itu. tapi tidak masalah, karena pertemuan ini bukan sekali seumur hidup tapi akan ada pertemuan rutin setiap bulannya. yang pasti akan menjawab pertanyaan tersebut. Bagaimana mengubah lingkungan agar seluruh lingkungan menjadi islami baik lingkungan keluarga dan sekolah secara menyeluruh???
acara kemudian ditutup dengan pembacaan do’a dan puisi kemudian foto bersama oleh seluruh sahabat Komunitas Guru Muslimah Inspiratif.
InsyaAllah akan terjawab dalam pertemuan selanjutnya....^_^
Wassalam.




Regitrasi pada pintu masuk sebelum kegiatan KMGI dimulai.


 Susana di dalam ruangan forum


 Moderator membuka acara


Ibu Silmy Syufiana, S. Kom., sementara menyampaikan materi.


 
Bu’ Yulfitri (Guru Matematika SMA 9 Baliklpapan) ketika sedang menyampaikan testimoni.

 
 Bu' Diana, Penulis sekaligus Kepala Sekolah PAUD di Balikpapan. Sementara memberikan testimoni awal.







Comments